Tips

Cara Mengirim Ikan Koi Dalam Kantong Plastik  yang Harus Dipahami

Jual ikan koi Blitar Murah – Cara mengirim ikan koi dalam kantong plastik, haruslah benar-benar dipahami. Jika tidak dilakukan dengan baik, siapa pun bisa mengalami kerugian besar karenanya.

Seperti diketahui, cara mengirim ikan koi gampang-gampang susah. Gampang karena kita tinggal memasukkan ikan ke dalam kantong plastik, yang sudah diisi oksigen. Susah karena ketika pengiriman gagal,  yang disebabkan oleh banyaknya ikan yang mati,  dan kita tidak tahu apa penyebabnya. Padahal biasanya ikan selamat sampai tujuan.

Ikan, kerang, dan tanaman sering kali diangkut dalam kantong plastik tertutup, yang berisi sedikit air dan oksigen murni.

Cara Mengirim Ikan Koi Dalam Kantong Plastik

Jika kita ingin melakukan pengiriman ikan Koi dengan kantong plastik, kita harus terlebih dahulu menentukan berat ikan tersebut. Pada 1,5 sampai 2 (dua) galon air, di kantong plastik 3 ml, 18 per 32 inci (inch).

Udara yang berlebih dibuang dari kantong, dan digantikan dengan oksigen yang murni. Kantong disegel, lalu ditempatkan di dalam wadah yang terisolasi. Terakhir, ditempatkan ke kotak pengiriman lalu dikirim.

Alasan Mengirim Menggunakan Kantong Plastik

Pengiriman kantong, mungkin menjadi pilihan terbaik, bagi para pengirim ikan Koi. Hal ini dikarenakan beberapa alasan.

Pertama, ikan Koi yang teramat kecil. Anak/benih ikan Koi bisa rusak, karena proses pengiriman di dalam tangki besar.

Kedua, karena melibatkan jarak pengiriman yang cukup jauh/ekstrem. Pengiriman kantong, dapat memberikan keuntungan ekonomis tertentu. Dari pada transportasi dengan tangki standar.

Hal-Hal yang Harus Diperhatikan

Cara mengirim ikan koi dalam pelastik

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan, dalam cara mengirim ikan koi dalam kantong plastik. Diantaranya adalah sebagai berikut:

Kualitas Air Selama Proses Pengiriman

Kondisi Kesehatan ikan Koi, sangat mudah berubah. Seiring perubahan pada parameter kualitas air, saat berada di dalam kantong. Selama berlangsungnya proses transportasi.

Parameter yang perlu diperhitungkan, antara lain oksigen terlarut, suhu, pH, amonia, karbon dioksida, dan keseimbangan garam, dari darah ikan Koi tersebut.

Level perubahan masing-masing parameter tersebut, dipengaruhi oleh ukuran dan berat ikan Koi. Serta durasi/lamanya proses transportasi.

Ikan Koi adalah jenis binatang berdarah dingin. Karena itu metabolisme ikan Koi, sangat mudah dipengaruhi oleh suhu lingkungan,  di mana dia tinggal.

Metabolisme Koi akan naik beberapa kali lipat, untuk setiap peningkatan suhu 18 derajat F, dan berkurang hampir setengahnya, jika suhu turun 18 derajat F. Penurunan tingkat metabolisme tersebut, menyebabkan penurunan konsumsi produksi amonia, oksigen dan produksi karbon dioksida. Karena itulah, sangat perlu mengangkut ikan Koi dengan suhu yang rendah.

Secara umum, untuk ikan yang biasa hidup di air dingin dan hangat. Suhu yang dianjurkan adalah antara 55 derajat hingga 60 derajat F. Untuk jenis ikan seperti ikan nila dan ikan red drum, suhunya harus lebih mendekati 60 derajat F.

Untuk jenis Ikan air dingin, seperti ikan trout, harus ditempatkan pada air yang lebih dingin, serta harus diangkut pada suhu yang bahkan lebih dingin (45 sampai 50 derajat F). Untuk mendapatkan suhu transportasi yang diinginkan, ikan Koi harus ditempatkan dalam tangki air dingin.

Agar suhu dalam kantong plastik pengiriman Koi tetap stabil, dapat menggunakan es atau (yang lebih umum) kemasan gel. Es atau kemasan gel sering digunakan selama transportasi. Terutama jika transportasi tersebut, memerlukan jangka yang waktu yang lama. Dimana suhu dapat meningkat.

Kotak pengiriman Styrofoam yang terisolasi,  juga bisa digunakan untuk mencegah suhu luar memengaruhi suhu air,  yang ada di dalam selama proses pengiriman. Dalam beberapa kasus, digunakan 20 hingga 40 liter es, atau pendingin selama  transportasi.

Oksigen Terlarut

Hal yang harus diperhatikan dalam cara mengirim ikan koi dalam plastik adalah oksigen terlarut. Oksigen terlarut (Dissolved Oxygen, DO) konsentrasi yang memadai. Pentingnya menyediakan tingkat DO yang memadai tidak boleh diabaikan. Jika tingkat DO-nya tidak memadai, hal tersebut akan mengakibatkan stres berat.

Hal tersebut dapat berujung pada kematian ikan Ko, dalam dua sampai tiga hari setelah ikan sampai lokasi.

Jumlah oksigen yang dapat terlarut dalam air, terutamanya didasarkan pada suhu air tersebut. Air dikatakan 100 persen tersaturasi,  jika tingkat saturasi atasnya tercapai.

Saturasi DO diketahui lebih tinggi pada air dingin, daripada air hangat. Contohnya, di permukaan laut, saturasi DO pada air 45 derajat F adalah 12.1 bagian per juta (ppm).Tetapi pada 60 derajat F, saturasinya adalah 10,0 ppm.

Karena selama transportasi memberikan oksigen murni pada kantong plastik. Tingkat DO di dalam air akan tersaturasi, dan kadar oksigen rendah, biasanya tidak banyak memberikan dampak masalah. Kecuali jika kantong tersebut disegel dengan tidak benar, atau muncul lubang yang membesar di kantong tersebut. Hal ini disebabkan oleh sirip punggung ikan Koi yang besar.

Sangatlah penting, untuk mempertahankan volume oksigen sebesar 75 persen di dalam kantong, untuk memastikan DO yang memadai di permukaan air. Kuantitas ion hidrogen (H+) di dalam air,  akan turut menentukan apakah hal tersebut adalah asam atau basa.

Skala untuk mengukur derajat keasaman disebut skala pH. Nilai PH yang berkisar dari 1 sampai 14. Jika anda mendapatkan nilai 7, maka dianggap netral. Tidak asam atau basa. Nilai di bawah 7 dianggap asam. Sedangkan nilai di atas 7 berarti basa.

Rentang yang dapat diterima untuk pertumbuhan ikan adalah antara pH 6.5 dan 9,0. Alkalinitas (kapasitas buffer), dan jumlah karbon dioksida bebas, dapat mempengaruhi nilai PH air. PH air transportasi, juga akan memengaruhi toksisitas amonia. Bahkan pada air transportasi dengan buffer yang baik, pH terkadang akan berkurang sebesar satu unit pH.

Karbon Dioksida

Cara mengirim ikan koi dalam plastik juga harus memperhatikan karbon dioksida. Saat ikan Koi bernafas, mereka menghirup oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida. Kemudian karbon dioksida, bereaksi dengan air dan terbentuklah asam lemah. Asam lemah inilah yang menyebabkan penurunan pada nilai pH air.

Jika Kadar karbon dioksida tinggi akan mengganggu penyerapan oksigen. Sehingga kadar oksigen dalam darah ikan akan berkurang. Kadar karbon dioksida yang tinggi , terkadang ditemukan di air sumur. Karbon dioksida yang berlebih pada air sumur, dapat dihilangkan dengan cara aerasi mekanis atau dengan cara melewatkan air tersebut, melalui filter berisi bahan berongga.

Amonia

Penumpukan amonia terjadi di air selama proses transportasi, sebagai hasil dari metabolisme ikan Koi. Dua bentuk amonia terjadi pada proses air transportasi, yaitu terionisasi (NH4+), dan tidak terionisasi (NH3).

Amonia terionisasi tidak beracun, sedangkan bentuk amonia tak terionisasi sangat beracun, dengan konsentrasi terendah 0,2 ppm. Dalam pengujian amonia, kedua bentuk tersebut dikelompokkan bersama sebagai “total nitrogen amonia”.

Total konsentrasi amonia,  dapat mencapai lebih dari 14 ppm selama proses transportasi.

Cara termudah, untuk mengurangi penumpukan amonia beracun dalam air transportasi, adalah dengan menurunkan suhu air selama proses transportasi, dan berhenti memberikan makan beberapa hari sebelum transportasi.

Ikan Koi yang panjangnya hingga delapan inci, tidak boleh diberi makan selama 48 jam, sebelum pemuatan dan transportasi. Ikan yang besarnya lebih dari delapan inci, tidak boleh diberi makan selama 72 jam, sebelum transportasi.

Prosedur Cara Mengirim Ikan Koi Dalam Kantong Plastik

Cara mengirim ikan koi dalam pelastik

Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah memotong kantong plastik jenis PE. Yakni kantong plastik yang ukuran lebarnya 50 cm dan tebalnya 0,07 mm, atau kantong plastik dengan lebar 60 cm dan tebal 0,08 mm),  sepanjang 100 – 110 cm. Kemudian ikatlah salah satu ujungnya.

Atur kantong plastik yang sudah dipotong dan diikat ujungnya menjadi rangkap dua.

Selanjutnya, isi kantong plastik dengan air bersih sebanyak +10 liter. Jangan lupa untuk tambahkan multivitamin dan anti-biotik.

Langkah keempat, masukkan ikan Koi ke dalam kantong plastik. Jangan lupa untuk menyesuaikan kepadatan kantong plastik dengan benar.

Isi kantong plastik dengan oksigen (O2) murni. Caranya, keluarkan sisa udara bebas yang ada di dalam kantong plastik, hingga mengempis sepenuhnya. Kemudian isikan oksigen (O2) murni ke dalam kantong plastik, hingga menempati 2/3 volume kantong plastik.

Langkah keenam, kencangkan kantong plastik dengan cara diputar, agar terbentuk simpul. Ikat simpul yang sudah terbentuk dengan menggunakan karet gelang,  atau karet pengikat lainnya,  yang berbahan lateks hingga benar-benar kuat.

 

Terakhir, distribusikan ikan Koi yang sudah ada di dalam kantong plastik secara langsung. Atau Anda juga bisa mengemas kantong plastik,  dengan cara memasukkan kantong plastik tersebut ke dalam kotak kardus atau kotak styrofoam.

Demikian cara mengirim ikan koi dalam kantong plastik. Jika tak mau repot Anda bisa memesan ikan koi, ke Duta Koi Blitar. Selain melakukan prosedur dengan benar, juga ada garansi diganti yang baru jika ada ikan yang mati. Duta Koi adalah pusat budidaya dan jual ikan, yang melayani pengiriman ke seluruh Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *