Penyebab Penyakit pada Ikan Koi dan Solusinya, Penting untuk Diketahui!

penyebab penyakit pada ikan koi

Jual ikan koi Blitar РPenyebab penyakit pada ikan koi harus benar-benar dipahami. Baik oleh para peternak, maupun Anda yang hobi mengoleksi ikan indah ini.

Seperti kita tahu, koi adalah jenis ikan hias yang banyak digemari, karena warna cantik pada tubuhnya. Koi yang terkena penyakit, selain dapat merusak keindahan tersebut, beberapa juga bisa menyebabkan kematian.

Mungkin tidak terlalu masalah, jika Anda bisa mendapatkan ikan dengan mudah. Lain ceritanya ketika ikan tersebut, didapat dengan penuh perjuangan. Apalagi jika termasuk ikan koi sangat mahal.

Pada dasarnya ikan koi adalah jenis ikan yang sangat mudah untuk dipelihara. Namun untuk membudidaya dan menjaga keindahan warna ikan tersebut, tidak semudah yang dibayangkan.

Penyebab Penyakit pada Ikan Koi

Keindahan sisik ikan dan pudarnya warna pada ikan koi, selain faktor lingkungan juga disebabkan penyakit. Sangat perlu memperhatikan kualitas air, air yang tidak sehat karena kotoran dan lainnya menjadi penyebab yang lebih rentan terjadi.

Air yang kotor tidak hanya karena feces dari ikan. Lendir yang tebal (muncus), hingga sisa makanan juga menyumbang sangat besar.

Muncus sebenarnya berfungsi untuk melindungi tubuh ikan, dari hubungan langsung dengan kotoran yang ada di air. Namun jika jumlahnya terlalu banyak, maka bisa merusak kualitas air. Hal ini utamanya karena jumlah ikan koi yang melebihi standar kolam. Pastikan menempatkan jumlah ikan sesuai kapasitas kolamnya.

Usia ikan juga mempengaruhi jumlah muncus yang dihasilkannya. Semakin tinggi usianya, maka muncusnya akan semakin banyak.

Jika air kolam kotor, maka bakteri dan parasit akan bersarang di dalamnya. Hal ini akan mengakibatkan ikan menjadi stress. Akibatnya daya tahan tubuh ikan menurun dan mudah sakit.

Untuk menghindari hal tersebut, buatlah jadwal rutin untuk membersihkan air kolam secara total. Gantilah semua airnya dengan yang baru. Hal ini akan membuat kolam ikan benar-benar bisa bebas dari bakteri, parasit, dan juga muncus.

Waktu yang tepat untuk memberishkan kolam secara total, minimal setiap 2 minggu sekali. Jika tidak mau repot, sebaiknya buatlah kolam ikan dengan sistem air mengalir. Anda dapat menghentikan pengaliran air ini. Khususnya jika air kolam dirasa sudah benar-benar bersih.

Cara yang lebih praktis bisa juga dengan sistem filter kolam. Hal ini akan dibahas pada artikel selanjutnya. Pastikan untuk selalu mengunjugi situs ini, sehingga tidak ketinggalan info penting lainnya.

Ciri-Ciri Ikan Koi Sakit

Setelah mengetahui penyebab penyakit pada ikan koi. Ada baiknya untuk memahami ciri ikan koi sakit. Hal ini sangat penting, agar bisa segera dideteksi dan ditangani. Untuk mengetahuinya, salah satunya bisa dilihat dari karakternya yang berubah.

Adapun diantara ciri lainnya sebagai berikut:

  • Lebih senang menyendiri
  • Siripnya dirapatkan ke sisi badan
  • Lendir yang dimilikinya ¬†terlihat lebih banyak.
  • Tampak dari luar bagian tubuhnya ada benjolan, bercak luka, hingga gejala busuk.
  • Terlihat pasif dan lebih sedikit menggerakan siripnya.

Cara Menangani Ikan Koi yang Sakit

penyebab-penyakit-pada-ikan-koi

Setelah mengetahui penyebab penyakit pada ikan koi. Dan melihat ada ikan yang sakit. Sebaiknya segera lakukan penanganan.

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menangkap ikan tersebut. Selanjutnya periksa dengan detail. Periksa bagian insangnya. Cek apakah ada benjolan kecil, luka, atau bahkan membusuk.

Jika ada salah satu dari tanda tersebut, segera lakukan isolasi. Pisahkan ikan yang sakit ke tempat lain. Bisa ke ember, aquarium, maupun kolam khusus. Dengan hal ini, maka ikan-ikan lain tidak akan tertular.

Jangan lupa untuk menjaga temperatur air ikan yang diisolasi, agar selalu stabil. Jangan lupa lakukan aerasi menggunakan pompa udara. Ini sangat penting agar kandungan oksigen dalam air selalu memadai.

Untuk menghindari air cepat kotor, jangan terlalu banyak memberikan pakan. Dalam keadaan sakit, nafsu makan ikan juga sangat menurun. Setelah itu, silahkan berikan ikan obat yang tepat sesuai penyakitnya.

3 Penyakit pada Ikan Koi

Seperti halnya makhluk hidup lainnya, penyakit pada ikan koi juga ada beragam. Umumnya penyakit tersebut disebabkan oleh parasit maupun nono parasit.

Penyakit yang disebabkan parasit misalnya seperti kutu ikan (udang renik), jamur (kapas putih), bintik putih (white spot), hingga cacing jangkar (lernea).

Berbagai parasit penyebab penyakait mayoritas berasal dari luar tubuhnya. Disini lah kembali kita diingatkan akan pentingnya menjaga kebersihan air kolam.

Sementara penyakit yang disebabkan non parasit seperti gelembung renang, dan juga balon gas. Sebagai gambaran, berikut 3 penyakit yang rentan dialami ikan koi.

1. Jamur (Kapas Putih)

Penyakit jamur ini umumnya terjadi pada ikan mengalami luka. Air yang kotor juga bisa menjadi perantaranya. Penyakit ini disebabkan oleh jamur saprolegnia, dan lebih populer dengan nama kapas putih.

Luka pada ikan biasanya disebabkan gigitan kutu ikan. Selain senang tumbuh di luka maupun bekas luka, jamur jenis ini juga senang bertumbuh pada kolam kotor.

Cara Mengobati

  • Gunakan larutan garam natrium klorida (NaCl) dengan konsentrasi antara 1,5 hingga 2,5%.
  • Celupkan ikan koi yang sakit pada larutan tersebut.
  • Gunakan kapas yang telah diolesi obat merah untuk membersihkan bulu-bulu halus jamur.
  • Agar ikan benar-benar bersih, terakhir silahkan mandikan dengan larutan Monofuracin.

2. Bintik Putih (White Spot)

White spot dinamakan demikian, mungkin karena tanda penyakit ini adalah adanya bintik putih di permukaan sisik ikan.

Meskipun awalnya hanya dipermukaan,tapi jika dibiarkan dapat menyerang bagian dalam. Misalnya seperti sirip, insang, dan bagian lainnya. Umumnya penyakit ini menyerang koi yang berada di aquarium.

Penyakit ini disebabkan kuman yang diberi nama protuzoa Ichchyophthirius multifilis. Bakteri tersebut kasat mata, sebab ukurannya sangat kecil. Bentuk protozoa ini menyerupai telur, dengan diameter 0,7mm.

Namun jika jumlahnya sudah sangat banyak dan berada pada satu titik, kumpulan kuman tersebut akan terlihat sebagai bintik-bintik putih.

Ikan diserang penyakit ini akan terlihat ditutupi bedak putih. Parasit tersebut menyerap lendir ikan. Jika dibiarkan, tubuh ikan akan kurus, dan pada akhirnya bisa menyebabkan kematian.

Cara Mengobati

Cara mengobati penyakit pada ikan koi ini terbilang sangat mudah. Anda hanya tinggal menaikan suhu air kolam. Kemudian larutkan Methaline blue ke dalam air kolam. Takarannya adalah 0,5 gram untuk per 1 ton air.

Langkah tersebut dapat membunuh parasit white spot, sehingga ikan koi bisa segera sembuh seperti sedia kala.

3. Cacing Jangkar (Lernea)

Lernea juga seing disebut sebagai cacing jangkar. Parasit ini biasanya mudah terligar menempel pada insang dan bagian tubuh luar ikan.

Penyakit lernea dapat menghisap cairan tubuh ikan. Dampaknya ikan akan merasa lemas. Dalam waktu lama bisa menjadi kurus, dan jika terus dibiarkan dapat menyebabkan kematian.

Parasit ini mudah sekali berkembang biak. Apabila dalam satu kolam ada satu ikan yang terkena, maka ikan lainnya bisa cepat terinfeksi juga.

Cara Mengobati

  • Jika masih sedikit, cacing tersebut dapat diangkat dari tubuh ikan menggunakan pinset.
  • Gunakan obat merah untuk mengobati luka bekas gigitan cacing tersebut.
  • Apabila jumlahnya sudah cukup banyak hingga merata, Anda bisa menggunakan Dephterex maupun formalin untuk mengobatinya.
  • Mandikan ikan yang terinfeksi secara merata ke dalam larutan formalin dengan konsentrasi 25 ppm, sekitar 10 menit.
  • Ulangi proses pemandian ikan tersebut 2 hingga 3 kali setiap dua hari.

Demikian pembahasan mengenai penyebab penyakit pada ikan koi, ciri, dan cara mengobatinya. Semoga bisa menjadi bekal pengetahuan yang berarti.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *